• Rumalla Indonesia

Properti untuk Milenial



“Milenial lebih mentingin lifestyle ketimbang investasi, apalagi soal properti.” Opini tersebut memang sangat sejalan dengan survei yang dilakukan Rumah123. Generasi yang berkelahiran antara 1982 -1995 ini, terancam menjadi ‘gelandangan’ di tahun 2020.

Empat tahun silam, Rumah123 mengadakan survei untuk mengukur kadar beli properti bagi milenial. Dengan memperhitungkan rata-rata kenaikan pendapatan dan harga properti pertahunnya. Hasilnya menunjukkan hanya 5% milenial yang sanggup membeli properti di tahun 2020.

Prediksi ironi ini dibuktikan dengan survei lainnya yang dilakukan tepat pada tahun 2020. Rumah.com Consumer Sentiment Study menyatakan 54 persen milenial belum memiliki properti. Bahkan, 29 persen dari mereka masih hidup satu atap bersama orang tua.

Di balik realita miris mengenai milenial dan kepemilikan properti, ternyata minat mereka dalam mengincar investasi properti terbilang tinggi. Pencarian informasi properti melalui platform digital berkembang dua kali lipat di tahun 2019. Uniknya, pencarian tersebut dilakukan oleh generasi milenial dengan usia berkisar 22 – 28 tahun dengan rata-rata pedapatan Rp5-10juta per bulan.

Lalu mengapa data minat milenial dalam kepemilikan properti berbanding terbalik dengan realita yang ada?

Tentu terdapat berbagai faktor yang memengaruhinya. Selain penghasilan yang tidak sebanding dengan harga properti, persyaratan uang muka atau DP juga menjadi penghalang milenial untuk memulai investasi properti.

Selain itu, pola gaya hidup milenial memang dinilai berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti baby boomer. Kegiatan yang bersifat rekreasional, seperti traveling, menonton konser, ‘jajan’ barang kekinian kini menjadi sumber dari pengeluaran terbesar mereka.

Lalu bagaimana cara milenial dapat memulai investasi properti di tengah berbagai macam tantangan?

1. Siapkan Budgeting Bulanan

Pola hidup milenial yang dinilai konsumtif memang sulit dihindari. Dengan melakukan perencanaan pengeluaran, kamu dapat menghindari pengeluaran yang berlebih. Kamu dapat membuat persentase pada tiap pengeluaran rutin kamu setiap bulan.

Dalam hal ini, menabung untuk properti bukanlah uang sisa dari gajimu. Melainkan, menabung juga memiliki porsi persentase sendiri dari budgeting pengeluaran yang telah kamu rancang. Contohnya, jika gajimu Rp6juta, maka 20 persen dari gajimu, Rp1,2juta kamu sisihkan terlebih dahulu untuk menabung.

2. Alihkan Pengeluaran yang Bersifat Rekreasional

Hiburan memang dibutuhkan untuk mengalihkan perasaan stress. Akan tetapi, dalam hal ini, kaum milenial perlu bijak dalam menentukan budget bulanan kegiatan rekreasional. Jika kamu berkeinginan memiliki properti dalam jangka waktu dekat dan tidak memiliki tabungan untuk uang muka, pastikan persentase kegiatan rekresionalmu lebih rendah dibandingkan dengan persentase menabung.

3. Memilih KPR yang Tepat dan Sesuai dengan Kebutuhan

Program KPR memang solusi untuk kaum milenial yang ingin memiliki properti sejak dini, terlebih kini banyak pilihan KPR dengan DP atau uang muka 0 persen. Jika kamu memutuskan untuk mengambil program KPR, maka pastikan kamu memilih yang sesuai dengan keinginan dan kemampuanmu.

Pilihlah jumlah cicilan dan jangka waktu pembayaran yang kira-kira sesuai dengan kondisi ekonomi kamu sekarang hingga 5 sampai 10 tahun ke depan. Kamu harus memperhitungkan kestabilan pendapatanmu dalam jangka panjang. Terlebih jika kamu baru memulai bisnis, kamu harus memastikan usahamu akan terus bertahan dan berkembang dalam kurun waktu 5 hingga 15 tahun ke depan.







0 tampilan