• Rumalla Indonesia

5 Style Interior Paling Populer di Indonesia


Kenyamanan sebuah rumah tidak hanya terletak pada bentuk fisiknya saja, melainkan juga terletak pada ruang dan seisinya. Ketika memutuskan untuk mendesain interior rumah banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan seperti kenyamanan, estetika, biaya dan fungsi agar ruang yang ada tidak hanya sedap dipandang akan tetapi juga nyaman untuk dihuni. Tak jarang banyak sekali orang yang bingung ketika menentukan pilihan dari berbagai macam gaya interior yang ada. Oleh karena itu kali ini rumalla akan membahas mengenai 5 style interior yang paling sering ditemukan di Indonesia. Yuk, langsung saja dibaca dibawah ini!


1. Industrial

Rumah Gayung Sari karya Andy Rahman Architects (Sumber: Andyrahmanarchitect.com)


Gaya industrial terinspirasi dari bangunan lama seperti gudang maupun pabrik. Hal tersebut disebabkan berdasarkan sejarahnya gaya industrial pertama kali muncul pada tahun 1700 berupa bangunan industri, bangunan-bangunan ini umumnya berfokus pada efisiensi desain, keselamatan, dan biaya.

Gaya industrial umumnya identik dengan menampilkan material asli yang digunakan pada suatu bangunan seperti dinding bata dan pipa ekspos serta langit-langit dan lantai beton. Selain itu, gaya ini juga identik dengan bangunan lama dan barang-barang daur ulang, yang dikombinasikan dengan furniture bermaterial besi serta sentuhan warna hitam dan abu-abu.

Sehingga tak jarang orang merenovasi bangunan bekas gudang lama atau pabrik yang kemudian dijadikan tempat bisnis seperti café atau tempat tinggal.


2. Scandinavian

(Sumber: comelite-arch.com)


Gaya desain scandinavian berasal dari negara-negara nordik yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia pada pertengahan 1950 yang hingga saat ini masih menjadi gaya yang paling sering digunakan hampir diseluruh dunia.

Gaya scandinavian memiliki prinsip yang fokus pada kesederhanaan dan fungsi yang menyatu dengan alam, hal-hal tersebut tercermin pada penggunaan furnitur yang didominasi oleh material alami seperti kayu, wool, dan kulit dengan besi sebagai material pelengkap . Selain itu, gaya ini menciptakan kesan hangat dan ceria yang tercermin dari penggunaan warna-warna lembut-netral seperti putih, abu-abu, dan coklat. Ruang-ruang yang ada umumnya memiliki jendela besar guna memaksimalkan penggunaan cahaya alami pada ruangan, agar ruang-ruang yang ada terasa lebih besar dan terang. Hal terakhir yang tak kalah penting pada gaya ini adalah menambahkan tanaman ke dalam ruang sebagai elemen pelengkap agar ruangan yang ada terasa menyatu dengan alam.


3. Minimalist

(Sumber: freshome.com)


Merupakan gaya desain yang sangat popular dikalangan masyarakat saat ini terutama yang memiliki hunian mungil dan menginginkan gaya yang sederhana. Gaya minimalist memiliki tampilan yang simple dengan permainan garis-garis yang memberi kesan tegas. Penggunaan furniture pada gaya ini sangat minim guna menciptakan kesan rapih serta model furnitur yang digunakan cenderung memiliki sisi-sisi yang tajam dengan bentuk sederhana.

Selain itu, pada gaya desain ini pilihan warna yang kerap digunakan ialah warna monokrom dengan kombinasi warna-warna cool earth tones seperti abu-abu, hitam, dan putih. Sehingga, gaya minimalis merupakan gaya yang cocok buat kamu yang memiliki hunian mungil dan suka gaya sederhana.


4. Classic

(Sumber: sarae.id)


Gaya interior classic merupakan gaya desain yang menawarkan keindahan yang tak lekang oleh waktu. Mengutamakan tampilan mewah dan elegan gaya ini umumnya ditemukan pada rumah-rumah kelas menengah atas, sehingga tak heran jika gaya classic identik dengan kemewahan dan kemapanan hidup.

Jika ditinjau dari sejarahnya gaya ini berasal dari Negara Prancis pada abad ke-17 yang kemudian menyebar ke hampir seluruh Benua Eropa. Terinspirasi oleh romawi dan yunani kuno, gaya ini identik dengan objek berukuran besar yang umumnya ditemukan pada jendela, kolom, dan tangga. Ciri khas lainnya yang dapat ditemukan pada gaya desain ini adalah terdapat banyak aksesoris yang dapat digunakan seperti barang antik, lukisan classic, lampu gantung, patung serta pada furnitur-furnitur yang ada umumnya dilengkapi dengan ukiran atau ornament berwarna emas. Selain itu, material yang kerap digunakan pada gaya ini adalah marmer baik pada furnitur maupun finishing lantai, oleh karena itu gaya desain interior classic ini membutuhkan biaya yang mahal dan memiliki nilai jual yang tinggi.


5. Modern

Vienna Way karya Marmol redziner (Sumber:Marmol-redziner.com)


Serupa tapi tak sama, itulah peribahasa yang tepat untuk mengambarkan gaya interior modern dengan kontemporer. Meskipun sekilas terlihat sama, namun pada dasarnya gaya modern dan kontemporer adalah dua gaya desain yang berbeda. Gaya modern merupakan gaya desain yang mengacu pada periode waktu tertentu, sementara gaya kontemporer merupakan gaya yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Gaya modern itu sendiri muncul pada akhir abad ke-19 dan mencapai titik kejayaannya pada tahun 1930 yang kemudian perlahan-lahan gaya modern mulai memudar dan tergantikan oleh gaya post-modern. Gaya modern umumnya erat dengan kesan sederhana, bersih, dan fungsional, Prinsip utama dari gaya ini ialah ‘Forms Follow Function’ yang artinya segala elemen atau furnitur yang digunakan dipilih berdasarkan kepentingan fungsinya, prinsip utama ini tercermin pada furniture yang digunakan dan minimnya sekat pada ruang-ruang yang ada.

Selain itu, ciri khas yang melekat pada gaya modern adalah memiliki ruang-ruang dengan jendela/bukaan yang besar, serta menggunakan material yang didominasi oleh stainless steel finishing polished, kaca, kayu, dan beton ekspos.


Gimana nih sobat Rums, kira-kira setelah tahu berbagai macam style interior seperti yang disebutkan diatas, style mana yang paling cocok diterapkan dirumah impianmu nanti? Jika kamu membutuhkan jasa konsultasi untuk rumah impianmu, hubungi Rumalla sekarang juga ya!










33 tampilan